Informasi

Menyambut Tahun Baru 2021, PLN akan Jaga Pasokan Listrik

Menyambut Tahun Baru 2021, PLN akan menyiagakan sekitar 40 ribu personel, termasuk Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) untuk menjaga pasokan listrik. Personel tersebut tersebar ke 2.327 posko siaga 24 jam di seluruh Indonesia.

PLN akan komitmen untuk terus menjaga pasokan listrik, khususnya untuk perayaan tahun baru 2021.

PLN menetapkan masa siaga mulai 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. PLN menyiagakan kendaraan sebanyak 4.848 unit serta menyiapkan 2.660 unit genset, Unit Gardu Bergerak (UGB) dan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai cadangan suplai pasokan listrik saat terjadi gangguan.

UGB dan UPS PLN diprioritaskan untuk tempat-tempat fasilitas umum.

Diperkirakan penggunakan listrik akan lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini disebabkan dampak pembatasan kegiatan masyarakat dan perekonomian akibat pandemi.

Baca Juga : Tips Sukses Jualan Online di Marketplace

Namun meski begitu keberadaan pembangkit listrik dan unit penjaga pasokan listrik harus tetap siaga menjaga stabilitas pasokan listrik.

Melalui PLN, pemerintah akan selalu siaga dalam menjaga pasokan serta melakukan inspeksi instalasi di rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya di tengah kesulitan dan keterbatasan akibat pandemi.

Agar proses pelayanan optimal, Pemerintah mengimbau kepada PLN untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Meningkatnya penyebaran wabah pada akhir – akhir ini, membuat PLN harus lebih memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas dan penanganan yang dilakukan oleh PLN.

Diprediksi beban puncak malam pergantian tahun di pulau Jawa dan Madura adalah sebesar 19 ribu MW sehingga tersedia cadangan sebesar 18 ribu MW.

Artikel Lainnya : Resep Praktis Masakan Berbahan Baku Udang yang Nikmat

Untuk sistem Sumatera memiliki daya mampu mencapai 7.134 MW dengan prediksi beban puncak sebesar 5.652 MW.

Untuk kelistrikan Kalimantan, sistem interkoneksi (mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara) memiliki daya mampu mencapai 2.084 MW dengan prediksi beban puncak sebesar 1.149 MW.

Sedangkan sistem khatulistiwa, yakni Kalimantan Barat memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak sebesar 315 MW.

Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu mencapai 1.945 MW dengan beban puncak sebesar 1.254 MW dan Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki daya mampu mencapai 510 MW dengan beban puncak sebesar 394 MW.

Lalu, kelistrikan Maluku dan Maluku Utara memiliki daya mampu mencapai 364 MW dengan beban puncak sebesar 199 MW.

Sementara itu, kelistrikan Papua dan Papua Barat memiliki daya mampu mencapai 479 MW dengan beban puncak sebesar 235 MW, NTB memiliki daya mampu mencapai 560 MW dengan beban puncak sebesar 344 MW, dan NTT memiliki daya mampu mencapai 325 MW dengan beban puncak sebesar 213 MW.

Sumber : CNN Indonesia

Tips Sukses Jualan Online di Marketplace

Previous article

Daftar harga pangan Kalimantan Barat Per Desember

Next article

You may also like

Comments are closed.